MODAL SOSIAL PEMUDA UNTUK BERSATU MEGHADAPI
PENYEBARAN
COVID-19 DI INDONESIA
Elvita Nila Ratih
Waktu sekarang ini virus Corona menjadi isu kesehatan
yang sangat menghebohkan di Seluruh Negara di belahan dunia manapun. Dimana
Virus ini sangat memakan banyak korban dan merupakan virus tanpa gejala. Corona virus Disease (Covid-19) bermula dari sebuah Kota
di China bernama Wuhan, kemudian meluas hingga di seluruh penjuru dunia,
Italia, Amerika Serikat dan Negara lainnya. Bahkan, kebijakan lockdown menjadi cara yang ditempuh
suatu negara dalam memutus mata rantai virus ini. Bagaimana dengan Indonesia ? Mulai pertengahan bulan
maret virus ini sudah menyebar luas di Wilayah Indonesia. Sekolah, kegiatan
produksi, yang mengandung perkumpulan semua tidak diperbolehkan. Mau tidak mau
semua harus off, pembelajaran harus
dimulai menggunakan internet atau dikenal dengan istilah daring. Kemampuan guru
tentang teknologi seperti diuji. Harus bisa menggunakan handpone atau gadget lainnya supaya bisa berkomunikasi dengan
siswa. Daring tidak harus memberi tugas, memantau, menjalin komunikasi pun juga
dapat dilakukan.
Dari segi pemerintah telah menghimbau saatnya belajar
dari rumah, bekerja dari rumah, ibadah dari rumah, jangan keluar dari rumah
kecuali itu penting sekali. Instruksi dari BNPB (Badan Nasional Penanggulangan
Bencana) sudah jelas untuk menerapkan aturan untuk sosial distancing maupun physical
distancing sudah diterima dan diterapkan oleh masyarakat. Respon dari
masyarakat pun beragam. Ada yang positif menjalankan aturan dan ada yang
menilai itu negatif karena dianggap terlalu berlebihan dalam memberikan aturan.
Sebenarnya virus corona ini memang disebut virus tanpa gejala, tidak memandang
siapa yang terinveksi dari golongan apa dan dinilai sangat mematikan tidak
hanya dari Orang Tua, Lansia maupun anak kecil.
Oleh karena itu wajib mematuhi aturan pemerintah terutama
tradisi lebaran yang disebut dengan mudik. Meski pemerintah sudah mengambil
langkah tersebut yang menuai pro dan kontra, namun dinilai sangat penting dalam
memutus rantai covid-19 ini. Kemudian tidak lupa kaum pemuda milenial pun harus
aktif dan berpartisipasi dalam pencegahan penularan covid-19 ini. Kaum muda
memiliki SDM yang bagus dan jangkauan yang luas dalam melaksanakan kebijakan
secara efektif dan efisien dalam memastikan pengendalian dan pencegahan
covid-19 di berbagai daerah di Indonesia.
Banyak anak muda yang meremehkan. Mungkin tidak berbahaya
bagi mereka tapi untuk orang tua, kakek nenek ini berbahaya. Para pemuda diminta
untuk menghentikan kegiatan di luar rumah jika tidak penting. Menjaga jarak dan
mengurangi main adalah kunci pencegahan penularan Virus Corona. Akan tetapi masih
melihat banyak orang berkegiatan di luar rumah dan mengindahkan instruksi dari
pemerintah. Lalu, apa itu modal sosial ? “Modal sosial termasuk jejaring sosial
dan rasa saling percaya memegang peranan yang penting dalam mitigasi maupun
percepatan penanganan bencana.
Modal sosial juga terlihat dari anggota masyarakat yang
saling membantu dalam menyediakan makanan pokok sehari-hari untuk warga yang
membutuhkan. Pada beberapa wilayah juga ada warga yang menaruh sayuran,
buah-buahan hingga beras di pagar rumah agar dapat diambil secukupnya oleh
orang yang membutuhkan. Meskipun waktu awal-awal pemerintah belum menerapkan
Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) hingga sekarang aturan itu sudah
diterapkan. Maka dari itu upaya dari
masyarakat dalam menguatkan modal sosial ini sangat diperlukan oleh pemerintah
dalam situasi pencegahan dan memutus pandemi Covid-19 di Indonesia saat ini.
Masyarakat Indonesia terbiasa hidup berkelompok dalam kesehariannya. Ini
sebenarnya merupakan modal sosial yang sangat penting, saling menguatkan satu
sama lain dapat mendorong kebersamaan untuk pemecahan masalah corona ini. Juga
partisipasi sangat diperlukan dalam membangun kekuatan bersama melawan wabah
corona ini. Oleh karena itu, sudah waktunya berjuang bersama, berpartisipasi,
saling membantu untuk segera memutus mata rantai penyebaran virus corona ini
supaya tidak menjalar lagi di wilayah-wilayah Indonesia. Sekaligus mengajak
seluruh lapisan masyarakat untuk selalu hidup sehat walaupun nantinya pandemi
berakhir.
DAFTAR PUSTAKA
·
Modal Sosial Disebut Penting Lawan Corona di Indonesia, Apa
Maksudnya?
Penulis : Ellyvon Pranita
Editor : Gloria Setyvani Putri
Penulis : Ellyvon Pranita
Editor : Gloria Setyvani Putri
diakses tanggal 12 Mei 2020 pukul 23.33 WIB

Tidak ada komentar:
Posting Komentar