Rabu, 24 Juni 2020

Mendokumentasikan Kegiatan Melalui Blog


RESUME MATERI BELAJAR MENULIS PGRI

“Mendokumentasikan Kegiatan Melalui Blog”

Disampaikan oleh Bapak Dedi Dwitagama



Malam ini malam yang begitu bahagia, mengapa demikian karena pada malam ini tak terasa perkuliahsn Belajar Menulis Online masuki pertemuan yang ke-11.Dan tak kalah bahagia saya ketika mengetahui bahwa sosok narasumber kita seorang motivator dan trainer dengan segudang prestasi. Beliau adalah Bapak Dedi Dwitagama.
Riwayat pendidikan beliau adalah sbb :
-SD Mekarsari Kebayoran Baru Jakarta tahun 1976
-SMPN 19 Kebayoran Baru Jakarta tahub 1979
-SMAN 35 Jakarta tahun 1983
-D3Pendidikan Matematika IKIP Jakarta tahun 1987
-S1 Pendidikan Matematika FP. MIPA IKIP Jakarta tahun 1995
-S2 Magister Dains Matematika Jurusan Statistik ITS Surabaya tahun 2001

Prestasi yang pernah diraih
• Wakil Indonesia pada Academic Leadership Training for School Principal UNESCO, Seoul Korea Selatan 2012
• Ketua Delegasi Indonesia pada South East Asia School Principal Forum – SEASPF, Bali 2012
• JUARA 1 GURARU AWARD – GURU ERA BARU AWARD INDONESIA – Acer, Jakarta, 2012
• Nominator Blog Pendidikan terbaik Indonesia, Pesta Blogger Nasional,Jakarta, 2011
• Juara 3 Kepala Sekolah Berprestasi tingkat Provinsi DKI Jakarta, 2008 Juara 1 Kepala Sekolah Berprestasi tingkat Jakarta Pusat, 2008
• Juara 2 e-Learning Award tingkat Naasional, Pustekkom Depdiknas RI, Oktober 2008
• Juara 3 Kompetisi blog “I Love Mobile Blogging”: XL dan Dagdigdug, FKI – JHCC Jakarta, Juni 2008
• Wakil DKI Jakarta pada Lomba Guru Berprestasi tingkat Nasional, Jakarta, 2004
• Juara 1 Guru Berprestasi tingkat Provinsi DKI Jakarta, Jakarta 2004
• Juara 1 Guru Berprestasi tingkat Jakarta Pusat, Jakarta 2004
• Juara 2 Guru Berprestasi tingkat Jakarta Pusat, Jakarta 2003
• Delegasi Indonesia pada ACCORD meeting for Collecting Data Statistic Drug, Bangkok 2002
• Wakil Indonesia pada Training Drugs Free Workplace UNODC, Bangkok 1998.
• Wakil Indonesia pada Training on Drugs Abuse Prevention Activities Asia Pasifik, Jepang 1996
• Juara 1 Musikalisasi Puisi tingkat Nasional DPD Golkar DKI Jakarta, 1989
• Juara harapan 1 Pembacaan Pembukaan UUD 1945, Jakarta 1987
• Juara ke-2 Menyanyi Keroncong se DKI dan Jabar, Jakarta 1986
• Juara harapan 1 Lomba Baca Puisi se DKI Jakarta, Jakarta 1986
• Juara ke-3 Puitisasi Al Quran se-Jabotabek, Jakarta 1985
• Juara harapan 2 Paduan Suara tingkat SLTP se Jawa, Bandung 1978
• Juara ke-1 Deklamasi se DKI Jakarta, Jakarta 1976
• Juara ke-1 Menyanyi se kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta 1975
• Juara ke-2 Deklamasi se Jakarta Selatan, Jakarta 1974
blog adalah catatan atau dokumentasi seseorang atau sebuah organisasi yang ditayangkan di internet berbasis web dan bisa diakses oleh orang-orang sedunia .
Media blog pertama kali dipopulerkan oleh Blogger.com, yang dimiliki oleh Pyra Labs sebelum akhirnya diakuisisi oleh Google pada akhir tahun 2002. Semenjak itu, banyak terdapat aplikasi-aplikasi yang bersifat sumber terbuka yang diperuntukkan kepada perkembangan para penulis blog tersebut.
Blog pertamanya thn 2005 masih tayang hingga saat ini http://dwitagama.blogspot.com .         Thn 2007 Beliau hijrah ke wordpress, https://dedidwitagama.wordpress.com
Selama lebih dari 13 tahun ngeblog Beliau telah menulis lebih dari 4.100 artikel dan dilihat hampir dua juta kali dengan pengunjung hampir 600.00 , 
Beliau juga ngeblog di kompasiana, see https://www.kompasiana.com/dwitagama
Manfaat blog buat Beliau yang utama adalah mendokumentasikan kegiatan, perjalanan, ide-ide, keresahan, atau apa saja yang bisa disampaikan sevara lisan pada rapat" di sekolah atau yang tak bisa disampaikan pada siapapun .... seperti keranjang yang saya titip di dunia maya.



Senin, 22 Juni 2020


Nama : Elvita Nila Ratih, S.Pd
Asal   :  SMA Negeri 3 Lamongan
                       

RESUME MATERI BELAJAR MENULIS PGRI
“RESUME TENTANG PERSONAL BRANDING”
Disampaikan oleh Bapak Agus Sampurno



Malam ini Senin, 22 Juni 2020 saya kembali mengikuti kegiatan diklat online belajar menulis bareng Om Jay dkk, PGRI, serta Penerbit Andi. Ini adalah pertemuan kesepuluh. Narasumber malam ini adalah Bapak Agus Sampurno dan moderator Ibu Fatimah. Bapak Agus Sampurno Membuat sebuah tulisan dengan pilihan judul:
1. 3 Hal manfaat dari Kegiatan Belajar Menulis
2. Cara Guru Tetap Optimis di Era New Normal
3. Salahpaham Guru Kegiatan Pembelajaran
4. Cara Mudah Guru Memberikan Kedisiplinan
5. Resep Sukses Guru Yang Pendiam Dalam Mengelolah Kelas
Judul – judul di atas sangat menarik.  Kemudian, saya putuskan untuk memilih opsi yang pertama, karena saya sendiri merasakan manfaat dari Kegiatan Belajar Menulis ini. Pada kesempatan ini saya memberikan resep mengenai guru yang pendiam dalam mengelolah kelas, salahsatu resep dari saya guru pendiam harus kreatif membuat alat peraga seringlah menggunakan alat bantu lainnya, seperti in fokus, videi, gambar untuk memudahkan guru tersebut dalam KBM, sekaligus meminimalisir harus banyak berbicara.
Dalam menulis aspek judul mesti diutamakan. Judul juga bisa membuat anda punya personal branding.
Ijin kan saya memberikan kesimpulan :
1. Judul membuat orang tertarik sekaligus penasaran
2. Hal yang penting anda mesti ngotot belajar hal yang anda suka
3. Anda tidak perlu ahli
4. Personal branding adalah aspek dimana anda dikenal karena hal.yang menjadi fokus anda

BERBAGI PENGALAMAN MENERBITKAN BUKU


Nama : Elvita Nila Ratih, S.Pd
Asal   :  SMA Negeri 3 Lamongan
                       
RESUME MATERI BELAJAR MENULIS PGRI
“BERBAGI PENGALAMAN MENERBITKAN BUKU”
Disampaikan oleh Ibu Siska Distiana, S. Pd.



pertemuan kesembilan Belajar Menulis malam ini mendatangkan narasumber masih muda, Siska Distiana. Beliau adalah Freelance Editor dengan banyak pengalaman di Yayasan Penddikan Dompet Dhuafa. Pertemuan malam ini Bu Siska memaparkan tentang ragam tulisan non fiksi. Diawali dengan sapaan ramah Bu Siska, kemudian penjelasan tentang latar belakang mengapa beliau menulis :
  1. sebagai manajemen pengetahuan kita menulis
  2. sebagai pijak langkah kita, dalam menceritakan kepada orang lain bahwa kita pernah melakukannya
  3. paten, itu untuk mematenkan ide atau gagasan kita. Supaya tidak dipakai oleh orang lain.
Karya non fiksi adalah tulisan yang ditulis berdasarkan fakta atau kenyataan atau karya informatif yang terdiri dari bermacam ragam, antara lain:
  1. Berita, adalah suatu keterangan mengenai peristiwa yang sedang hangat. Teknis penulisannya ada 2 yaitu hard news dan feature. Hard news adalah berita yang lugas dan singkat tidak bertele-tele. sedangkan feature adalah artikel kreatif yang bersifat menghibur.
  2. Essay adalah jenis tulisan non fiksi yang membahas masalah sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulis (opini)
  3. Catatan perjalanan, yaitu tulisan tentang ulasan yang ditemui dalam kegiatan tersebut secara detail
  4. Artikel informatif,yaitu jenis tulisan yang membahas sesuai secara detil dengan   tujuan untuk menambah pengetahuan tentang pembaca.
  5. Best Practise, adalah tulisan tentang pengalaman terbaik dalam menyelesaikan suatu permasalahan, ini biasanya dipakai oleh guru di dunia pendidikan, dan biasanya ditulis dalam bentuk formal yaitu PTK (penelitian tindakan kelas).
Demikian resume yang dpat saya sampaikan, semoga dapat memberikan manfaat bagi pembaca. Kemudian kritik dan saran dari pembaca sangat saya butuhkan untuk perbaikan dan kemajuan tulisan saya.


Kamis, 18 Juni 2020

TIPS MERESUME BERSAMA IBU GURU TERE


Nama : Elvita Nila Ratih, S.Pd
Asal   :  SMA Negeri 3 Lamongan
                       
RESUME MATERI BELAJAR MENULIS PGRI
“TIPS MERESUME BERSAMA IBU GURU TERE”
Disampaikan oleh Ibu Theresia Sri Rahayu, S. Pd. SD



Cikgutere akan berbagi kisah pengalamannya dalam membuat resume, yaitu berawal hanya membaca postingan dari teman di FB tentang resume kegiatan menulis dari Om Jay. Lalu mencaari tahu untuk ikut bergabung dalam belajar menulis secara kuliah online di WAG. Naaaaah sama kita nih Cikgutere, saya juga berawal dari membaca tentang belajar menulis di salah satu berita, lalu mencari tahu dan akhirnya berhasil bergabung.
Awal kisah dan pengalaman dalam  membuat resume, dimulai pada bulan Februari. Waktu itu ia melihat salah satu postingan teman di FB tentang resume dari kegiatan belajar menulis bersama Om Jay pada gelombang sebelumnya. Saat itu ia belum kenal dgn Om Jay dan juga kegiatan belajar menulis atau yang sering disebut dengan kuliah online WAG.
Ia kemudian memberanikan diri untuk  bertanya pada Om Jay tentang cara untuk  bisa ikut kegiatan belajar menulis. Akhirnya ia-pun digabungkan dalam grup Belajar Menulis Gelombang 4. Tidak lama setelah bergabung dalam grup, ada info bahwa nanti  malam akan ada materi pertama tentang personal branding.
Kemudian Om Jay mendata semua peserta grup Belajar Menulis Gelombang 4 yang telah memiliki blog, tujuannya adalah agar setelah menerima materi dari narasumber, peserta membuat resume lalu dikirimkan ke email Om Jay dan diposting di blog masing - masing.
Motivasi Ibu Tere untuk  membuat resume adalah untuk berbagi atau sharing dan untuk berprestasi.Beliaupun memperkenalkan tips-tips membuat resume yang praktis yaitu :
           
          1. Menulis resume sesegera mungkin, selagi topik itu masih hangat.tujuannya agar
              tidak semakin banyak uraian yang terlewati.
          2. Menulis resume sesuai dengan gaya menulis kita sendiri. Just be your self.
          3. Tangkap point penting dari nara sumber, modifikasi dengan kalimat sendiri)
          4. Gunakan pengantar yang menarik sebelum amsuk ke isi resume ( hubungkan
               dengan kehidupan kita sendiri
          5. Gunakan heading dan sub heading agar resume terkesan lebih rapi tatanannya.
          6. Tulislah resume sepenuh hati . Ketika kita meresume dengan sepenuh hati
               maka pasti kita akan melakukan effort yang lebih dari orang lain.Usakan cari
              referensi dari media lainsesuai topik.
          7. Cari informasi terkait nara sumber yang akan kita tulis materinya.
          8. Gunakan aplikasi atau alat yang mendukung kita dalam menulis resume.
          9.Lakukan blok walking untuk mencari informasiyang mungkin terlewatkan.
Dan untuk terakhirnya, beliau mendapat penghargaan sebagai blogger inspiratif dari Ikatan Guru TIK dan Penerbit Andi Yogyakarta.



Selasa, 16 Juni 2020

RESUME MATERI BELAJAR MENULIS PGRI 7


Nama : Elvita Nila Ratih, S.Pd
Asal   :  SMA Negeri 3 Lamongan
                       
RESUME MATERI BELAJAR MENULIS PGRI 7
“BELAJAR MENULIS DAN NGEBLOG”

Disampaikan oleh Bapak Raimundus Brian Prasetyawan, S. Pd.




Malam ini saya kembali lagi mengikuti kelas belajar menulis bareng Om Jay dkk yang didukung oleh PGRI dan Penerbit Andi. Saya merasa sangat senang mengikuti kelas ini. Karena saya mendapatkan banyak ilmu tentang menulis dan menerbitkan buku dari narasumber yang hebat-hebat dan baik hati. Kali ini Pak Brian sebagai narasumbernya akan berbagi pengalaman tentang menulis dan menerbitkan buku. Pak Brian berbagi tentang kisahnya sebagai blogger.
            Sepertinya Pak Brian sudah sangat cinta dengan blogger.com, bagaimana tidak? beliau sudah ngeblog dan merawat blognya sampai 11 tahun. Pak brian ngeblog mulai tahun 2009. Sungguh waktu yang sudah lumayan lama. Mengapa Pak Brian tetap mau ngeblog sampai sekarang? Kata beliau kuncinya adalah motivasi.
Pak Brian akan berbagi tentang ngeblog di blogger.com dan sedikit tentang menerbitkan buku. muda sudah bisa menerbitkan buku, teman. Ngeblog merupakan salah satu hobinya, dan berawal dari sebagai peserta saja, kemudian Pak Brian tergerak untuk membantu peserta membuat/menggunakan blog. Alasan Pak Brian mau membantu adalah karena ingin punya banyak teman-teman guru blogger, juga ingin menyatakan bahwa blog itu bukan media yang sulit, jangan sampai ada anggapan blog itu sulit dan akhirnya kita para guru meninggalkan blog. sebelum Pak Brian bergabung WAG bersama Om Jay, Pak Brian merasa sendirian saja menjadi guru blogger, dan akhirnya beliau sangat bersyukur dipertemukan WAG Belajar Menulis, mudah-mudahan tetap eksis.  karena isinya baru berupa kisi-kisi soal untuk murid saya. Saat pembelajaran, kami diberikan link blog yang isinya sangat memotivasi kami, bahwa memang begitulah saat memulai kita ngeblog. Tapi Pak Brian berhasil menjaga konsistensi ngeblog yang sudah berusia 11 tahun. Memang untuk dapat konsisten perlu motivasi yang sangat kuat.
Kesimpulan
Menulis di blog merupkan modal awal untuk membuat kumpulan tuliasan menjadi buku. Jangan menyerah karena kesulita yang kita temui keitka ngeblog. Menulislah lepas tanpa ada beban, apakah tulisan kita baik atau belum atau apakah tulisan kita dibaca atau tidak.Hal biasa menurut kita bisa dianggap luar biasa oleh orang lain. Maka kita menulislah.( Raimundus Brian Prasetyawan)


Sabtu, 13 Juni 2020

KKN UNS Barito Selatan “Danau Ganting”



Ketika kami sampai di danau ganting, ya beginilah keadaannya, sudah mulai surut karena kemarau melanda, tapi ini tidak menyurutkan langkah kami, bahkan kami juga bisa sampai ke muara arai yang teramat jauh dari danau ganting, karena semangat dan tekad kami untuk menyambangi bumi borneo melalui indahnya pesona danau ganting
“yaku taharu dengan danau ganting kareh bila ada waktu ikih akan danau ganting hindai”
Love you all J

RESUME MATERI BELAJAR MENULIS PGRI “KISAH GURU NGEBLOG DI WORDPRESS”


Nama : Elvita Nila Ratih, S.Pd
Asal   :  SMA Negeri 3 Lamongan
                       
RESUME MATERI BELAJAR MENULIS PGRI
“KISAH GURU NGEBLOG DI WORDPRESS”
Disampaikan oleh Bapak Bambang Purwanto



Malam ini  merupakan malam keenam perkuliahan, hadir malam ini seorang pemateri yang sangat menginspirasi yaitu bapak Bambang Purwanto atau lebih dikenal dengan Mr. Bams.
sebagian profil beliau adalah sebagai berikut :
Nama Lengkap : Bambang Purwanto, S.Kom., Gr.
Nama Panggilan 1 : Abang (nama panggilan keluarga di rumah )
Nama Panggilan 2 : Ayah Salwa (nama panggilan sebagai pendongeng)
Nama Panggilan 3 : Mr.BamS (panggilan di sekolah SMP Taruna Bakti)
Pada saat lulus SMA tahun 1992 Mr. Bams daftar PGSD dan ternyata belum beruntung, lalu Mr. Bams mengikuti kursus komputer selama 3 bulan  sambil bekerja di konsultan. dan inilah riwayat karier Mr.Bams.
1992 - 2000 : Konsultan
2001 - 2004 : Kemfood (milik Bob Sadino)
2004 - 2008 : Pendongeng Keliling
2004 - 2008 : Konsultan Pelatihan
2008 - sekarang : Guru SMP Taruna Bakti
Menurut Mr. Bams tujuannya membuat blog adalah:
1.      Malu sebagai guru TIK ngak punya blog
2.      Malu sebagai penggiat literasi ngak punya blog
3.      Berbagi pengalaman
4.      Menyimpan tulisan sepanjang zaman (bukan sepanjang hayat)
5.      Menghasilkan rupiah
Apa saja isi dari blog :
1. Isilah yang disukai. Senang menulis cerpen, tulislah cerpen. Senang menulis puisi tulislah puisi
2. Isilah yang bisa membantu orang lain, tidak hanya pengetahuan atau informasi. Beliau saat ini  sedang mengembangkan sebuah blog yang mendukung kegiatan. Seperti yang dilakukan bersama Omjay. Omjay merasa bahagia saat daftar hadir sudah direkap. Peserta tinggal datang ke blog, kemudian klik daftar hadir, tanpa harus mencari chat di grup WA.
Mr.Bams juga menghasilkan karya  sebuah buku.


Mr. Bams berpesan, lakukanlah apa yang mau dan bisa kita lakukanlah. Banyak orang yang bisa tapi kadang tidak mau melakukannya. Bermodal mau maka akan menjadi bisa.

Kamis, 11 Juni 2020


Nama : Elvita Nila Ratih, S.Pd
Asal   :  SMA Negeri 3 Lamongan
                       
RESUME MATERI BELAJAR MENULIS PGRI
“BERBAGI PENGALAMAN MENERBITKAN BUKU”


Disampaikan oleh Bapak Guru Agung Pardini




Pertemuan kali ini materi diberikan oleh Bapak Agung Pardini. Beliau merupakan seorang guru yang bergerak dalam merintis dan memimpin. Sekolah Guru Indonesia. Selain sebagai guru beliau pun sebagai penanggung jawab beberapa program di dompet Duafa. Melalui program-program tersebut beliau menularkan virus literasi kepada peserta yang mengikuti programnya sehingga menghasilkan beberapa buku. Awal mula bergabung dengan dompet dhuafa, Guru Agung mengirimkan lamaran pekerjaan  langsung ketika ada lowongan untuk menjadi trainer dan konsultan pendidikan di Dompet Dhuafa. Kebetulan tahun 2008, Dompet Dhuafa sedang membutuhkan SDM dari kalangan guru/praktisi pendidikan dengan melalui tahap  tes seleksi. Mula-mula guru agung bertugas sebagai trainer pendidikan untuk melatih ribuan guru yang mengabdi di sekolah-sekolah marjinal di berbagai  wilayah Indonesia.
Bapak Agung banyak sekali menerbitkan buku-buku yang inspiratif dan dapat memberikan motivasi untuk kami sebagai para calon penulis.Buku nya sangat hebat , dan luar biasa. Kesimpulan dari pertemuan ini adalah Jadi kesimpulannya adalah Merangkai kata dalam bentuk tulisan ini bukan pekerjaan mudah. Kita mesti bersabar. Kalau mau lancar harus banyak membaca dulu, Berdiskusilah tentang ide dengan orang lain, sahabat, komunitas, senior dan Menulis ini melatih ketajaman pikiran dan memperhalus budi pekerti.
           

Selasa, 09 Juni 2020


Nama : Elvita Nila Ratih, S.Pd
Asal   :  SMA Negeri 3 Lamongan
                       

RESUME MATERI BELAJAR MENULIS PGRI
“BERBAGI PENGALAMAN MENERBITKAN BUKU”
Disampaikan oleh Ibu Emi Sudarwati



Kuliah online pertemuan keempat di WAG Belajar Menulis Gelombang 12 masih dengan tema yang sama dengan kuliah online sebelumnya, yaitu Berbagi Pengalaman Menerbitkan Buku. Dengan nara sumber Ibu Emi Sudarwati. Kuliah online yang dimulai tepat pukul 19.00 dibuka oleh Bapak Wijaya Kusumah, M. Pd atau Om Jay yang kemudian dilanjut oleh moderator ibu Fatimah S.Si.
Kuliah online diawali dengan perkenalan Ibu Emi Sudarwati, yang mengajar mata pelajaran Bahasa Jawa di SMP N 1 Baureno Bojonegoro. Pengalaman beliau sebagai Pegiat Literasi Guru dan Siswa telah menghasilkan karya lebih dari 460 buku ber-ISBN. Selain Menjabarkan Tentang Proses Penerbitan Buku, Beliau Juga Berbagi Pengalaman Dan Trik-Trik Untuk Menumbuhkan Motivasi Penulis Pemula Menjadi Penulis Handal. Menurut Beliau, Membaca Dan Menulis Itu Membutuhkan Latihan Agar Menjadi Kebiasaan. Agar Bisa Merangkai Kata Dengan Baik Ada Beberapa Langkah Yang Harus Dilakukan, Seperti : Baca, Baca, Dan Baca. Jadi Harus Membaca. Langkah Berikutnya “Tulis”, Kemudian Baru “Edit”. Semua Perlu Pembiasaan, Karena Menulis Itu Keterampilan. Jadi Bisa Dipelajari Dan Dibiasakan, Dan Bukan Merupakan Sulapan.
Motivasi Untuk Menulis Akan Selalu Terbangun Dengan Menentukan Alasan Untuk Menulis. Menurut Beliau, Menulis Itu Untuk Mengukir Sejarah Sendiri. Dan Semua Karya Pasti Akan Menemukan Takdirnya.  Menulis Tidak Membutuhkan Waktu Khusus.  Cukup Meluangkan Waktu Sekitar 10 - 20 Menit Saja Setiap Harinya. Asalkan Rutin Menulis, Baik Itu Di Blog Pribadi,  Laptop, Maupun Handphone. Tentu saja ini salah satu manfaat yang bisa dirasakan di zaman modern ini. Tidak akan terbayangkan andai kuliah itu tatap muka, semua materi yang disampaikanpun tidak mungkin akan dapat direkap sepenuhnya namun berkat dari pembicaraan yang diganti menjadi tulisan semuanya menjadi mudah, tidak ada kata terlambat untuk terus belajar, maju bersama.





Sabtu, 06 Juni 2020


RESUME HARI KE 3 : BERBAGAI PENGALAMAN MENERBITKAN BUKU

Oleh Ibu Dra. SriSugiastuti, M.Pd.


            Sebelumnya kenalan dulu sama Ibu Sri.
Terlahir dengan nama Sri Sugiastuti,  8 April 1961. Merasa terlambat belajar menulis. Ia menghabiskan masa kecilnya di Jakarta sejak usia 1 tahun hingga lulus SMA tahun 1980. Kuliah di UNS setelah lulus mengajar di Jakarta hingga ahun 1990. Cinta dan tanggungjawabnya pada keluarga membawanya  hijrah ke Solo sejak tahun 1990 hingga saat ini. 
Dalam pengalaman menulisnya beliau menyampaikan bahwa dengan menulis kita mempertajam ingatan. Menulis akan mengasah otak kita menjadi kreatif. Jika kita sudah menemukan fasion kita dalam menulis maka semua akan mengalir seperti air. Ide dan gagasan akan muncul setiap saat. Beberapa buku yang beliau tulis merupakan pengalaman yang diamati dan dialami. Kita harus menjadikan menulis itu merupakan suatu kebutuhan yang selalu berkembang setiap saat sesuai dengan peradaban. Tidak hanya satu jenis tulisan, berbagai tulisan bisa terwujud setelah melalui proses panjang yang berbeda. Apa yang kita baca dengar dan simak mengenai apapun bisa menjadi cerita fiksi yang beragam, tentang pahit manis kehidupan, tentang misteri, tentang khayalan, tentang ketakutan bahkan gabungan dari pengetahuan dan teknologi bisa menjadi fiksi ilmiah yang luar biasa. Dari kebutuhan orang-orang sekitar pun bisa menjadi bahan untuk kita menulis buku panduan atau pedoman, buku latihan, buku tips dan trik, dan lain sebagainya.
Masalahnya adalah, kadang tidak mau membangun kebiasaan di awal, kurang mau menulis yang banyak dulu. Hanya mau keliatan bagus di awal juga ingin tulisan pertama Anda langsung menjadi tulisan yang enak dibaca daan sayangnya anggapan seperti itu tidak pernah ada dalam kenyataan. Untuk sampai pada kesuksesan dalam dunia penulisan, jangan berpikir sempurna dulu. Harus menulis yang banyak dulu, baru setelah merasa cukup dan telah sampai pada tahapan “selesai”, barulah bisa mengedit tulisan Anda. (elvita)




Kamis, 04 Juni 2020


Nama : Elvita Nila Ratih, S.Pd
Asal   :  SMA Negeri 3 Lamongan
                       
RESUME MATERI BELAJAR MENULIS PGRI
“MENERBITKAN BUKU DARI HASIL PTK”

Disampaikan oleh Ibu Hati Nurahayu


Dalam menulis PTK, bisa dikatakan mudah dalam menyusun dan menentukan judul. Setelah membuat PTK, biasanya guru mendapatkan nilai PAK. Banyak versi dan ciri khas lain dalam menyusun PTK. Beliau banyak menerima naskah untuk diterbitkan dari penulis. Beliau juga banyak membaca tentang buku best seller. Untuk melihat cara mereka menyajikan materi menjadi sebuah buku. Agar menjadi lebih menarik. Karena setiap buku bervariasi tentunya, ada yang sederhana menjadi luar biasa dari PTK.
Ada beberapa cara mengubah PTK menjadi buku diantaranya dengan mengubah judul, kata pengantar, membuat daftar isi dan membagi bagian-bagian PTK menjadi sebuah subbab. PTK bisa menjadi bentuk yang lain, apakah itu artikel bahan buku. Satu sumber PTK itu bisa menjadi nilai PAK versi lain. Apalagi PTK yang dijadikan buku itu sangat berharga karena akan menjadi bahan literasi bacaan pendidik lain dalam melakukan PTKnya juga. Agar KTI kita lebih double manfaat, dibukukan lebih baik dan bisa dibaca oleh pendiidk lainnya, dibukukan memiliki ISBN dan menjadi karya kita tak lekang oleh waktu kebermanfaatannya.






MODAL SOSIAL PEMUDA UNTUK BERSATU MEGHADAPI 
PENYEBARAN COVID-19 DI INDONESIA

Elvita Nila Ratih




Waktu sekarang ini virus Corona menjadi isu kesehatan yang sangat menghebohkan di Seluruh Negara di belahan dunia manapun. Dimana Virus ini sangat memakan banyak korban dan merupakan virus tanpa gejala. Corona virus Disease (Covid-19) bermula dari sebuah Kota di China bernama Wuhan, kemudian meluas hingga di seluruh penjuru dunia, Italia, Amerika Serikat dan Negara lainnya. Bahkan, kebijakan lockdown menjadi cara yang ditempuh suatu negara dalam memutus mata rantai virus ini. Bagaimana  dengan Indonesia ? Mulai pertengahan bulan maret virus ini sudah menyebar luas di Wilayah Indonesia. Sekolah, kegiatan produksi, yang mengandung perkumpulan semua tidak diperbolehkan. Mau tidak mau semua harus off, pembelajaran harus dimulai menggunakan internet atau dikenal dengan istilah daring. Kemampuan guru tentang teknologi seperti diuji. Harus bisa menggunakan handpone atau gadget lainnya supaya bisa berkomunikasi dengan siswa. Daring tidak harus memberi tugas, memantau, menjalin komunikasi pun juga dapat dilakukan.
Dari segi pemerintah telah menghimbau saatnya belajar dari rumah, bekerja dari rumah, ibadah dari rumah, jangan keluar dari rumah kecuali itu penting sekali. Instruksi dari BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) sudah jelas untuk menerapkan aturan untuk sosial distancing maupun physical distancing sudah diterima dan diterapkan oleh masyarakat. Respon dari masyarakat pun beragam. Ada yang positif menjalankan aturan dan ada yang menilai itu negatif karena dianggap terlalu berlebihan dalam memberikan aturan. Sebenarnya virus corona ini memang disebut virus tanpa gejala, tidak memandang siapa yang terinveksi dari golongan apa dan dinilai sangat mematikan tidak hanya dari Orang Tua, Lansia maupun anak kecil.
Oleh karena itu wajib mematuhi aturan pemerintah terutama tradisi lebaran yang disebut dengan mudik. Meski pemerintah sudah mengambil langkah tersebut yang menuai pro dan kontra, namun dinilai sangat penting dalam memutus rantai covid-19 ini. Kemudian tidak lupa kaum pemuda milenial pun harus aktif dan berpartisipasi dalam pencegahan penularan covid-19 ini. Kaum muda memiliki SDM yang bagus dan jangkauan yang luas dalam melaksanakan kebijakan secara efektif dan efisien dalam memastikan pengendalian dan pencegahan covid-19 di berbagai daerah di Indonesia.
Banyak anak muda yang meremehkan. Mungkin tidak berbahaya bagi mereka tapi untuk orang tua, kakek nenek ini berbahaya. Para pemuda diminta untuk menghentikan kegiatan di luar rumah jika tidak penting. Menjaga jarak dan mengurangi main adalah kunci pencegahan penularan Virus Corona. Akan tetapi masih melihat banyak orang berkegiatan di luar rumah dan mengindahkan instruksi dari pemerintah. Lalu, apa itu modal sosial ? “Modal sosial termasuk jejaring sosial dan rasa saling percaya memegang peranan yang penting dalam mitigasi maupun percepatan penanganan bencana.
Modal sosial juga terlihat dari anggota masyarakat yang saling membantu dalam menyediakan makanan pokok sehari-hari untuk warga yang membutuhkan. Pada beberapa wilayah juga ada warga yang menaruh sayuran, buah-buahan hingga beras di pagar rumah agar dapat diambil secukupnya oleh orang yang membutuhkan. Meskipun waktu awal-awal pemerintah belum menerapkan Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) hingga sekarang aturan itu sudah diterapkan.  Maka dari itu upaya dari masyarakat dalam menguatkan modal sosial ini sangat diperlukan oleh pemerintah dalam situasi pencegahan dan memutus pandemi Covid-19 di Indonesia saat ini.
Masyarakat Indonesia terbiasa hidup berkelompok dalam kesehariannya. Ini sebenarnya merupakan modal sosial yang sangat penting, saling menguatkan satu sama lain dapat mendorong kebersamaan untuk pemecahan masalah corona ini. Juga partisipasi sangat diperlukan dalam membangun kekuatan bersama melawan wabah corona ini. Oleh karena itu, sudah waktunya berjuang bersama, berpartisipasi, saling membantu untuk segera memutus mata rantai penyebaran virus corona ini supaya tidak menjalar lagi di wilayah-wilayah Indonesia. Sekaligus mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk selalu hidup sehat walaupun nantinya pandemi berakhir.
           
DAFTAR PUSTAKA
·         Modal Sosial Disebut Penting Lawan Corona di Indonesia, Apa Maksudnya?
Penulis : Ellyvon Pranita
Editor : Gloria Setyvani Putri
diakses tanggal 12 Mei 2020 pukul 23.33 WIB

Mendokumentasikan Kegiatan Melalui Blog

RESUME MATERI BELAJAR MENULIS PGRI “Mendokumentasikan Kegiatan Melalui Blog” Disampaikan oleh Bapak Dedi Dwitagama Mal...